Minggu, 29 Januari 2012

PERANCANGAN PROGRAM BANTU PEMBELAJARAN TOPOLOGI
JARINGAN LOKAL SECARA VISUAL MENGGUNAKAN BORLAND DELPHI 6.0

Abstrak
  Pengenalan  jaringan  komputer  dan  pemahamannya  secara  global  sebagai  bekal  dalam  mengambil
sertifikasi CCNA  640  –  507,  proses  pengenalan  jaringan  komputer  yang membutuhkan  biaya  besar  apabila
pemahaman  ini  dilakukan  dengan  cara  menyediakan  peralatan  sendiri  untuk  praktek  sertan  belum  adanya
program pengenalan yang mendasar dan simulasi jaringan versi Bahasa Indonesia.
  Dengan menggunakan kombinasi program Delphi dan macromedia Flash, proses pemahaman menjadi
lebih mudah  dan  interaktif. Aplikasi  pembelajaran  program  bantu  yang  berbasis  komputer  untuk menangani
masalah  tertentu, dalam hal  ini untuk menangani masalah pengenalan  jaringan komputer dan pengoperasian
routers di dalam internetworking. Secara umum kita dapat mengenal dan memahami cara kerja routers, mampu
mendesain  suatu  internetworking  dengan  menggunakan  router  baik  secara  hardware  maupun  software,
penghematan  biaya  yang  dikeluarkan  dalam  memahami  penggunaan  router  dan  mampu  mengatasi
troubleshoting yang muncul di dalam implementasi penggunaan router.
  Selain  itu  juga  untuk menambah  ilmu  pengetahuan  dan wawasan  bidang  ilmu  komputer,  daya  tarik
khususnya dalam mempelajari jaringan komputer, internetworking serta pengenalan router yang mendalam dan
juga sebagai acuan bila menghadapi masalah yang sama.


I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
Suatu  sistem  jaringan  komputer  mejadi
begitu  berkembang  sejak  ditemukannya  jaringan
komputer  sebagai sarana untuk berkomunikasi dan
penyampaian  informasi  yang  lebih  cepat,  dan
efisien. Suatu informasi dewasa ini dapat menyebar
dengan begitu cepatnya. 
Dalam  mendesain  sistem  jaringan  komputer
diperlukan  suatu  keahlian dan pemahaman  tentang
cara  mendesain  dan  mengimplementasikan  sistem
jaringan  itu  sendiri.  Pemahaman  tersebut meliputi
banyak  hal  seperti  koneksi  jaringan,  tipe  jaringan,
serta  topologi  yang  akan  diimplementasikan  ke
dalam network itu sendiri.
Pembelajaran  terhadap  jaringan  komputer
sendiri  tidak  terbatas  akan  teknik  desain  jaringan
secara  teori.  Dibutuhkan  praktek  nyata  sebagai
kelanjutan  pemahaman  dan  pembelajaran  terhadap
jaringan komputer. Banyak hal yang perlu menjadi
landasan  didalam  memahami  jaringan  komputer.
Point  utama  didalam  pembelajaran  suatu  sistem
jaringan komputer adalah pemahaman akan elemen
penyusun  dari  jaringan  komputer,  teknik
mendesain  hingga  implementasi  serta  internet
working.
Pemahaman  terhadap  jaringan  komputer
dan  internetworking  membutuhkan  pula  keahlian
dan  pemahaman  akan  hal-hal  yang  menyangkut
cara menghubungkan satu jaringan dengan jaringan
yang  lain  memalui  teknik-teknik  tertentu.  Salah
satu  contoh  adalah  peroutingan  IP  Address  dan
NAT  (Network  Address  Translation),  dimana
semua  itu  bisa  didapat  pada  sistem  router.
Peroutingan  dan  NAT  itu  dapat  menggunakan
router  (Contoh  :Cisco, Orinoco, Marconi,  Lucent,
dan  lain-lain)  atau  secara  software  dengan
menggunakan  operating  sistem  khusus  jaringan
seperti Linux, FreeBSD, UNIX, Windows NT, atau
dengan  program  pihak  kedua  seperti  WinGate,
WinRoute, WinProxy, dan sebagainya.
Untuk  memahami  pengertian  dan  cara  mendesain
suatu sistem jaringan komputer serta cara kerja dan
implementasinya  diperlukan  keahlian  khusus  yang
diperoleh  melalui  pelatihan  tertentu.  Sebagai
contoh  adalah  sertifikasi  CCNA  640–507  dan
CCDA.  Sertifikasi  tersebut  diterbitkan  sebagai
lisensi  dan  pengakuan  terhadap  seseorang  yang
dikeluarkan oleh perusahaan Cisco sistem. Dengan
berbekal  sertifikasi  tersebut  seseorang  memiliki
keahlian  khusus  akan  jaringan  komputer  yang
memiliki  standar  dan  pengakuan  internasional,
keahlian  tersebut  merupakan  komponen  vital  dan
sangat dibutuhkan di dalam dunia informasi. Proses
pengambilan  kursus  di  atas memakan waktu  yang
singkat,  tetapi  biaya  yang  dibutuhkan  untuk
mengikuti  sertifikasi  tersebut  sangat  besar.  Selain
itu mutlak dibutuhkan pemahaman yang mendalam
terlebih dahulu.
Dari  latar belakang di atas maka  penulis membuat
Tugas  Akhir  ini  dengan  judul  “Perancangan
Program  Bantu  Pembelajaran  Topologi
Jaringan  Lokal  Secara  Visual  Dengan
Menggunakan  Borland  Delphi  6.0”  dengan
harapan masalah di atas dapat diatasi.

1.2  Tujuan Penulisan Tugas Akhir
Adapun tujuan dari Tugas Akhir ini adalah
Merancang  program  bantu  pengenalan  jaringan
komputer  dengan  harapan  dapat  membantu  di
dalam mendesain jaringan komputer.

1.3  Pembatasan Masalah
Pembatasan  masalah  pada  penulisan  Tugas
Akhir ini adalah :
1.  Perancangan  program  bantu  pembelajaran
jaringan lokal dengan topologi star. 
2.  Perancangan  program  yang  didesain  dengan
simulasi  jaringan  ini  memakai  empat
komputer, satu server, dan satu hub.

II. KONSEP DASAR JARINGAN AREA
     LOKAL
2.1   Jaringan Komputer
Jaringan  komputer  merupakan  suatu  sistem
yang dihubungkan komputer bersama-sama melalui
media fisik dan software dalam suatu jaringan yang
memfasilitasi  komunikasi  antara  komputer-
komputer  tersebut,  berdasarkan  skema  atau
topologi tertentu. 
Pada  suatu  sistem  jaringan  komputer  dapat
memungkinkan  pengguna  saling  berkomunikasi
dan  bertukar  informasi,  dan  bersama-sama
menggunakan  sumber  daya  seperti  tempat
penyimpanan data, printer, serta mengakses remote
host atau jaringan lain. Hal yang telah diuraikan di
atas adalah salah satu alasan yang menjadi landasan
dicetuskannya  suatu  bentuk  sistem  jaringan
komputer.  Sebuah  jaringan  komputer  yang  sangat
sederhana bisa digambarkan seperti gambar 2.1
    
    Jaringan komputer sederhana
Pada gambar 2.1 terlihat bahwa komputer
1  dan  komputer  2  terhubung  melalui  media  fisik.
Komunikasi antara  keduanya  berlangsung melalui
media  fisik  tersebut. Media  fisik  ini  bisa  berupa
kabel,  ataupun  udara  yang  menjadi  media  bagi
komunikasi  elektromagnetik.  Bila  jaringan
komputer  ini  terdiri  dari  cukup  banyak  komputer
yang  menempati  suatu  area  lokal,  maka  jaringan
ini  dinamakan  jaringan  komputer  local  (Local
Area Network). Pada gambar 2.2 memperlihatkan
contoh jaringan LAN, definisi dari LAN itu sendiri
LAN  merupakan  jaringan  milik  pribadi  yang
ditempatkan di dalam suatu area local (gedung atau
kampus)  yang  menghubungkan  komputer-
komputer  pribadi  dan workstation  untuk memakai
bersama resource dan saling bertukar informasi.            
Pada dasarnya jaringan komputer merupakan
kumpulan  dari  komunikasi  data  yang  berpindah
dari  satu  komputer  ke  komputer  yang  lain. Untuk
dapat  mengirimkan  data,  pada  komputer  harus
ditambahkan  alat  khusus,  yang  dikenal  sebagai
network  interface  (antarmuka  jaringan).  Jenis
antarmuka  jaringan  ini  bermacam-macam,
bergantung pada media fisik yang digunakan untuk
mentransfer  data  tersebut.  Melalui  antarmuka
jaringan  inilah  komputer  akan  menerima  dan
mengirim data ke komputer tujuan. 
Kecepatan  perpindahan  data  juga  sangat
tergantung  dengan  antarmuka  ini  dan  media
perantaranya.    Informasi  ini  mengalami  proses
panjang  melalui  berbagai  lapisan  dan  jaringan
komputer.  Pertama–tama  informasi  itu  diolah
menjadi  data-data  yang  kemudian  diolah  menjadi
segmen–segmen.  Selanjutnya  diolah  menjadi
paket-paket, kemudian menjadi frame, dan terakhir
menjadi  bit  yang  dapat  dikirim  melalui  kabel
jaringan  ke  komputer  lain  untuk  diproses  balik
guna mendapat informasi asal.
Oleh sebab itu supaya suatu jaringan dapat
berfungsi  dengan  baik,  diperlukan  suatu  definisi
yang  jelas  untuk  proses-proses  yang  terjadi  di
dalam jaringan tersebut. 

2.1.1  Konsep IP Address
Komputer  mengidentifikasi  alamat  setiap
komputer  menggunakan  sekumpulan  angka
sebanyak  32  bit  yang  dikenal  sebgai  IP  address.
Adanya  IP  address  merupakan  konsekuensi  dari
penerapan  Internet  Protocol    untuk
mengintegrasikan  jaringan  komputer  Internet  di
dunia. Seluruh host  (komputer) yang terhubung ke
Internet dan ingin berkomunikasi memakai TCP/IP
harus memiliki  IP  Address    sebagai  alat  pengenal
host pada network. Tidak boleh ada satu IP Address
yang sama dipakai oleh dua host  yang berbeda.

2.1.2   Struktur IP Address
IP Adrress terdiri dari bilangan biner sepanjang 32
bit  atas  4  segmen.  Tiap  segmen  terdiri  atas  8  bit
yang  berarti  memiliki  nilai  decimal  dari  0-255.
Range  address  yang    bisa  digunakan  adalah  dari
0000000.00000000.00000000.00000000  sampai
dengan  11111111.11111111.11111111.11111111
Jadi  ada  sebanyak  232  kombinasi  address  yang
bisa  dipakai  diseluruh dunia,  jadi  jaringan TCP/IP
dengan  32  bit  address  mampu  menampung
sebanyak 232 atau lebih dari 4 milyar host.
IP  Address  dapat  dipisahkan  menjadi  2
bagian,  yaitu  bagian  network  (bit-bit
network/network  bit)  dan  bagian  host  (bit-bit
host/host  bit).  Bit  network  berfungsi  untuk
mengidentifikasi  suatu  network  dari  network
lainnya,  sedangkan  bit  host  berfungsi  untuk
mengidentifikasi  host  dalam  suatu  network.  Jadi
seluruh host yang tersambung dalam jaringan yang
sama  memiliki  bit  network  yang  sama  pula.
Sebagian  dari  bit-bit  bagian  awal  dari  IP  Address
merupakan network bit/network number, sedangkan
sisanya  untuk  host.  Garis  pemisah  antara  bagian
network  dan  host  tidak  tetap,  bergantung  kepada
kelas network.
Untuk  dapat  menandai  kelas  satu  dengan  kelas
yang  lain, maka dibuat beberapa peraturan  sebagai
berikut :
•  Oktet  pertama  kelas  A  harus  dimulai  dengan
angka biner 0.
•  Oktet  pertama  kelas  B  harus  dimulai  dengan
angka biner 10.
•  Oktet  pertama  kelas  C  harus  dimulai  dengan
angka biner 110.
Disamping  itu  ada  pula  beberapa  peraturan
tambahan yang perlu juga untuk diketahui, yaitu:
•  Angka  127  di  oktet  pertama  digunakan  untuk
topback.
•  Network  ID  tidak  boleh  semuanya  terdiri  atas
angka 0 atau 1.
•  Host  ID  tidak  boleh  semuanya  terdiri  atas
angka 0 atau 1.
Selain ketiga kelas diatas, ada 2 kelas lagi yang
ditujukan  untuk  pemakaian  khusus,  yakni  kelas D
dan  kelas  E.  Jika  4  bit  pertama  adalah  1110,  IP
Address merupakan kelas D. Kelas  terakhir adalah
kelas  E  (4  bit  pertama  adalah  1111  atau  sisa  dari
seluruh kelas).
Pada  saat alokasi  IP Address di  seluruh dunia
telah habis, oleh karena itu jika ingin mendapatkan
alokasi  IP  Address  harus  meminta  kepada  ISP
(Internet  Service  Provider).  Sedangkan  ISP  yang
ada  di  Indonesia  juga  mengalami  keterbatasan
dalam  persediaan  IP  Address.  Komputer  yang
hanya  berfungsi  sebagai  Client  untuk  mengakses
layanan internet sebaiknya diberi IP lokal. 
  
2.2  Dasar – dasar LAN
2.2.1.  Konsep Desain LAN
Suatu  LAN  dapat  dibuat  secara  sederhana
untuk  satu  atau dua  buah  server dan dua hingga 8
buah workstation  relatif  sangat mudah  digunakan.
Cukup  dengan  menghubungkan  server  dan
workstation tersebut dengan suatu hub atau switch,
maka sudah dapat membuat suatu LAN yang dapat
bekerja  dengan  baik.  Konsep  mendesain  LAN
antara lain :
1.  Menentukan  jumlah  server  dan
host/workstation dalam LAN.
2.  Menentukan Class IP yang akan digunakan.
3.  Topologi LAN yang akan digunakan.
4.  Menentukan kabel yang digunakan.
Server  merupakan  komputer  pusat  yang
mengendalikan  seluruh  aktivitas  jaringan
komputer.  Fungsi  server  selain mengatur  network
juga digunakan  sebagai  pusat  penyimpanan  semua
data  atau  program  yang  dapat  diakses  oleh
komputer  client.  Arsitektur  jaringan  client  Server
adalah  suatu model  koneksitas  pada  jaringan  yang
mengenal  adanya  server  dan  client,  dimana
masing-masing  memiliki  fungsi  yang  berbeda
antarasatu dengan yang lainnya. 
Pada  model  ini  terdapat  terminal  khusus
yang dapat melayani sampai pelayanan komputasi.
Server  dapat  menyaring  data,  aplikasi,  dan
peripheralseperti  hardisk,  printer,  modem  dan
lainnya.  Pada  dasarnya  prinsip  kerja  dari  client
server    sangat  sederhana,  dimana  server    akan
menunggu  permintaan  dari  client,  kemudian
memproses  dan  memberikan  hasilnya  kepada
client.  Sedangkan  client  akan  mengirimkan
permintaan  ke  server,  menunggu  proses  dan
melihat  visualisasi  hasil  prosesnya.  Sistem  client
server  ini  dirancang  untuk  pembangunan  jaringan
komputer berskala luas.
Disamping  faktor  diatas  pada  dasarnya
perancangan  jaringan  komputer  yang  baik  harus
mengikuti beberapa prinsip sebagai berikut :
1. Perhitungan  bandwitdth  yang  dibutuhkan,  yang
sangat  penting  agar  backbone  jaringan  dapat
menunjang  pengiriman  data  antar  segmen.  Hal
ini  dilakukan  dengan  menentukan  jumlah
maksimum workstation dalam satu  segmen, atau
menentukan  jenis  peralatan  dan  untuk  protokol
jaringan yang tepat. 
2. Pelajari  aplikasi  yang  digunakan  pemakai,
misalnya  pemakaian  data  base  dengan  client
server  dimana  penggunaan  sumber  daya  yang
efektif  adalah  sangat  penting misalnya  beberapa
jumlah  klien  yang  dapat  berhubungan  dengan
server. 
3. Perhatikan  jalur  kritis  dimana  jika  jalur  tersebut
maka  hubungan  ke  suatu  segmen  jaringan
terputus.  Untuk  itu  diperlukan  jalur  alternatif
sebagai backup.
4. Perhatikan  keseimbangan  beban  jaringan  (load
balance)  dimana  jalur  ganda  dapat  digunakan
bergantung pada beban jaringan. 
5. Penggunaan  model  desain  hierarki    dalam
mendesain  suatu  jaringan  komputer  yang
kompleks seperti yang akan dibahas dibawah.
Hierarchical Design Model merupakan  tipe
model  yang  dapat  digunakan  untuk  desain
perancangan  jaringan  komputer.  Dengan
menggunakan  model  desain  hierarki  ini,  desain
jaringan mejadi  lebih mudah,  karena  perancangan
jaringan  dapat  memfokuskan  perhatiaannya  pada
suatu lapisan tertentu dan pelacakan kesalahan juga
menjadi lebih mudah. 

2.2.2  Topologi Jaringan 
2.2.2.1  Topologi Star 
  Topologi  ini  mempunyai  bentuk  suatu
bintang dimana setiap komputer yang terhubung ke
jaringan  dengan  topologi  ini  sama-sama
dihubungkan kepada suatu perangkat keras  sebagai
“  titik  tengahnya  “  perangakat  keras  ini  biasanya
berupa  hub/switch  atau  sebuah  komputer  dengan
banyak Network Interface Card.
Gambar  2.3 memperlihatkan  gambar  topologi
star,  dimana  dalam  topologi  star  sebuah  terminal
pusat  bertindak  sebagai  pengatur  dan  pengendali
semua  komunikasi  data  yang  terjadi.  Terminal-
terminal lain terhubung kepadanya dan pengiriman
data dari satu  terminal ke  terminal  lainnya melalui
terminal pusat. 
Terminal  pusat  akan  menyediakan  jalur
komunikasi  khusus  antara  dua  terminal  yang  akan
berkomunikasi.  Topologi  ini  mudah  untuk
dikembangkan,  baik  untuk  penambahan  atau
pengurangan  terminal.  Banyaknya  terminal  yang
dapat  terhubung  tergantung pada  jumlah port yang
tersedia pada hub yang digunakan.

2.2.2.2  Topologi Bus
  Topologi  bus  semua  terminal  terhubung
ke  jalur  komunikasi.  Informasi  yang  dikirim  akan
melalui  semua  terminal  pada  jalur  tersebut.  Jika
alamat  yang  tercantum  pada  data  atau  informasi
yang  dikirim  sesuai  dengan  alamat  terminal  yang
dilalui,  maka  data  atau  informasi  tersebaut  akan
diterima dan diproses. 
Sebaliknya  maka  data  atau  informasi
tersebut  akan  oleh  terminal  yang  dilaluinya.
Topologi  ini  paling  sederhana,  dimana  setiap
terminal  dilengkapi  dengan  sebuah NIC  (Network
Interface  Card),  yang  dihubungkan  pada  sebuah
kabel  coaxial  tunggal.  Gambar  2.4  berikut
memperlihatkan gambar topologi bus.

Topologi  ini  sangat  cocok  untuk
pembangunan  jaringan  berskala  kecil,  jumlah
terminal  dapat  ditambah  atau  dikurangi  secara
fleksibel. Kelemahan dari topologi ini 
apabila  ada  terminal  yang mati, maka  operasional
jaringan akan terganggu.

2.2.2.3  Topologi Ring
Jaringan  komputer  dengan  menggunakan
topologi  ini  hampir  sama  dengan  topologi  bus,
tetapi  kedua  terminal  yang  berada  di  ujung  saling
dihubungkan sehingga menyerupai lingkaran/cicin. 
Setiap  informasi  yang  diperoleh  diperiksa
alamatnya  oleh  terminal  yang  dilaluinya,  jika
bukan  untuknya  maka  informasi  ini  akan
dilewatkansampai menemukan  alamat  yang  benar.
Setiap terminal jaringan komputer pada topologi ini
saling  bergantung,  sehingga  bila  terjadi  kerusakan
pada  satu  terminal  maka  seluruh  jaringan  akan
terganggu. Gambar 2.6 berikut  ini memperlihatkan
gambar topologi ring.

2.2.2.4  Topologi Tree
Topologi  tree  merupakan  perpaduan
antara  topologi  garis  lurus  dan  topologi  bintang,
yang  terdiri  dari  kelompok-kelompok  dari
workstation  konfigurasi  bintang  yang
menggunakan  topologi  garis  lurus/linier. Topologi
ini  memungkinkan  pengembangan  jaringan  yang
telah  ada,  dan  memungkinkan  sebuah  perusahaan
mengkonfigurasi  jaringan  sesuai  dengan
kebutuhannya.

2.2.2.5  Topologi Complete/Hybrid
Topologi  ini  merupakan  gabungan  dari
topologi-topologi jaringan diatas. Jika topologi tree
adalah topologi yang banyak dipakai pada  internet,
topologi  hybrid  ini  adalah  topologi  backbone
internet  dimana  masing-masing  node  saling
terhubung  sehingga  apabila  terjadi  kegagalan
dalam  satu  node  maka  backbone  routing  masih
dapat berjalan.

2.3  Komponen Pembentuk Jaringan
Untuk  membangun  suatu  jaringan  lokal,
maka  dibutuhkan  beberapa  komponen.  Adapun
komponen  tersebut  dikelompokkan  dalam  dua
bagian, yaitu :
1.  Perangkat  keras  yang  meliputi  komputer
server,  terminal,  media  trasmisi,  Network
Interface Card (NIC), konektor dan peripheral
lainnya.
2.  Perangkat  lunak  yang meliputi  sistem  operasi
jaringan.

2.4  Perangkat Keras Jaringan
Perangkat  keras  jaringan  sangat  banyak
sekali, beberapa diantaranya adalah :
2.4.1  Media Trasmisi
Media  transmisi  merupakan  perangkat
yang digunakan untuk menghubungkan antara satu
komputer dengan komputer atau peripheral lainnya.
Media  ini  juga  berfungsi  sebagai  infrastruktur
transmisi  data  dari  workstation  menuju  ke  server
Jenis  kabel  twisted  pair  ini  sangat  luas
pemakaiannya  karena  tidak  memerlukan  keahlian
dalam  pemasangannya  yang  diperlukan  hanyalah
RJ Connector dan crimping tool.
 Kabel  ini sering digunakan pada  jaringan
telepon bedanya adalah connector yang digunakan,
pada  telepon  digunakan  RG-11  sedangkan  untuk
jaringan  komputer  digunakan  RG-45.  Kabel  ini
memiliki  penggolongan  dengan  kecepatan
transmisi data yang berbeda-beda. 
Penggolongannya  adalah  CAT  (Category),
sedangkan yang umum dipakai adalah CAT-3 yang
kecepatan  transmisi  datanya  sampai  dengan  10
Mbps,  CAT-5  sampai  dengan  100  Mbps  serta
CAT-7  yang  mampu  menyalurkan  data  dalam
hitungan  Giga  bit  per  detiknya.  Kabel  ini  sendiri
dibagi lagi menjadi dua kelompok besar yaitu UTP
(Unshielded  Twisted  Pair)  dan  STP  (Shielded
Twisted Pair), dimana penggunaannya berdasarkan
kondisi daerah kabel itu dipakai, jika dipakai dalam
ruangan yang cukup,  maka memakai UTP. 
Sedangkan  STP  akan  lebih  dipilih  jika
jaringan komputer tersebut melingkupi daerah yang
banyak  terdapat  noise maupun  sumber  gelombang
elektromagnet. Diluar  kaabel  twisted  pair  adapula
coaxial kabel ataupun fiber optik yang mempunyai
fungsi yang sama. 

2.4.2  Network Interface Card (NIC)
Network  Interface  Card  (NIC)  biasa
disebut  network  adapter  card  merupakan  sebuah
kartu  elektronik  yang  dipasang  pada  semua
komputer  yang  ingin  dihubungkan  pada  suatu
network, disamping  itu  juga bertugas sebagai antar
muka  fisik antara  komputer dengan kabel  jaringan
yang ada. 
Card  ini  dipasang  pada  slot  yang  kosong
pada  workstation  atau  pada  server.  Setelah  card
dipasang  dan  dikonfigurasikan  pada  slot  yang
tersedia maka kabel jaringandihubungkan pada port
yang  tersedia  pada  card  untuk  membuat  koneksi
fisik  antar  komputer  dengan  jaringan  komputer.
Fungsi NIC antara lain :
1.  Mengirimkan  data  untuk  dikirimkan  pada
jaringan.
2.  Mengirimkan data ke komputer lain.
NIC  harus  memliki  satu  alamat  untuk
menunjukkan  lokasi  komputer  pada  suatu
system jaringan. Untuk itu dibuat suatu alamat
yang  disebut  sebagai  network  address  yang
ditetapkan  oleh  IEEE.  Alamat  ini  dipasang
pada  NIC  saat  proses  produksi  (disebut  juga
sebagai MAC address).
3.  Mengatur  aliran  data  antar  komputer  dan
jaringan.
Sebelum  NIC  mengirimkan  data  melalui  jaringan
maka  terlebih  dulu  dilakukan  komunikasi  dengan
NIC penerima apakah dapat berkomunikasi dengan
kecepatan dan parameter yang sama. 

2.4.3  Hub
Hub dapat juga disebut sebagai share-hub
atau share bandwith device. Hub merupakan  suatu
terminal  yang  digunakan  sebagai  penghubung
antara suatu NIC dengan  NIC yang lainnya 
didalam  suatu  system  jaringan.  Fungsi  hub  yaitu
untuk  memperkuat  sinyal  dan  tidak  memiliki
tingkat  kecerdasan untuk menentukan  tujuan akhir
informasi yang lain. 
Hub  hanya  digunakan  pada  jaringan
komputer  yang  menggunakan  topologi  star
sedangkan  pada  topologi  lain  seperti  topologi  bus,
hub tidak digunakan. Yang sering dipakai sekarang
ini adalah hub dari jenis swicth-hub karena terbukti
lebih cepat dan lebih aman.

2.4.4  Bridge
Bridge  bekerja  dilapisan  data  link  dan
menggunakan  MAC  address  untuk  meneruskan
paket-paket data ke tujuannya. 



              Jaringan dengan bridge.
Bridge  juga  dapat mengurangi  kemacetan
pada  jaringan  komputer  maka  jaringan  tersebut
dibagi-bagi  menjadi  beberapa  segmen  jaringan
yang  lebih  kecil.  Gambar  2.8  berikut
memperlihatkan  bahwa  peralatan  jaringan  dapat
membagi  suatu  jaringan  menjadi  dua  segmen.
Salah  satu  kelemahan  bridge  adalah  jika  alamat
yang  diterima  tidak  dikenal  oleh  bridge,  maka
bridge  akan  menyiarkan  berita  ke  network  dari
segmen  lain  sebagai  pemberitahuan.  Hal  tersebut
dapat  menyebabkan  terjadinya  broadcast  storm
(badai siaran) yang dapat menyebabkan kemacetan
total di jaringan komputer.
 2.4.5  Switch
Switch  sering  disebut  dengan  switch
lapisan  kedua  (layer-2  switch)  dikarenakan  switch
juga  bekerja  pada  lapisan  data  link.  Cara  kerja
switch  hampir  sama  dengan  bridge,  hanya  saja
switch  memiliki  sejumlah  port  sehingga  sering
disebut dengan multi-port bridge. 

Tampak  pada  gambar  2.9  bahwa  switch  dapat
digunakan langsung untuk menggantikan hub. Oleh
sebab itu cara menghubungkan komputer ke switch
sangat  mirip  dengan  cara  menghubungkan
komputer ke hub.

III. PERANCANGAN PROGRAM BANTU
PEMBELAJARAN TOPOLOGI
JARINGAN LOKAL

3.1.  PERANCANGAN PROGRAM BANTU 
Perancangan  yang  dilakukan  pada
pembuatan  program  simulasi  ini  adalah
menentukan  apa  saja  yang  akan  ditampilkan  pada
program.  Pada  program  simulasi  ini  akan
ditampilkan  5  buah Personal Computer  yang  akan
digambarkan  dalam  pembuatan  jaringan.  Topologi
jaringan  yang  dipakai  dalam  pembuatan  program
ini adalah Topologi Star. 
Dalam  perancangan  program  bantu  pembelajaran
topologi  jaringan  lokal  ini  langkah  pertama  yang
dilakukan  adalah  membuat  rancangan  dan  flow
chart dari program yang  akan dibuat. Pada gambar
3.1  secara  umum  program  bantu  pembelajaran
topologi  yang  dibuat  dapat  digambarkan  sebagai
berikut:
1.  Setelah  program  pertama  kali  diaktifkan
dirancang suatu  tampilan untuk pemilihan PC,
setting,  pengisian,  penggantian  konfigurasi
jaringan  dalam  hal  ini  adalah  IP Address  dan
Subnet Mask.
2.  Setelah  jaringan  dikonfigurasi  maka  terdapat
pilihan apakah jaringan akan diaktifkan.
3.  Jika  jaringan  diaktifkan  maka  antara  PC  bisa
dishare  atau  dibagi  sehingga  koneksi,  transfer
data bisa dilakukan.
4.  Jika  jaringan  tidak  diaktifkan  maka  transfer
data  tidak  bisa  dilakukan,  PC  hanya  berdiri
sebagai personal nonjaringan.
5.  Program selesai.













Topologi

3.2.  PEMBUATAN PROGRAM BANTU
Pembuatan  program  bantu  ini  dilakukan
berdasarkan  rancangan  yang  telah  dibuat.  Setelah
prgram dijalankan maka dapat dilakukan  beberapa
hal  yaitu    mensetting  jaringan,  melihat  info,
transfer  data,  melihat  status  jaringan,  dan  keluar
program.

3.2.1.  PEMBUATAN  PROGRAM  SETTING
JARINGAN UNTUK SERVER
Pembuatan  program  setting  jaringan  untuk
server  adalah  memasukkan  nilai  IP  Address  dan
Subnet  Mask  pada  konfigurasi  server.  Secara
umum dapat digambarkan  seperti pada gambar 3.2
sebagai berikut:









    Gambar 3.2 Flowchart program pembantu setting 
konfigurasi pada server: 
Gambar  3.2  diatas  menjelaskan  bahwa
untuk  setting  konfigurasi  pada  server  setelah  nilai
IP  Address  dan  Subnet  Mask  dimasukkan  maka
akan  terjadi  pilihan  data  disimpan  atau  batal
disimpan,  jika disimpan maka nilai IP Address dan
Subnet Mask akan dicantumkan pada server sebagai
patokan  dalam  konfigurasi  jaringan  keseluruhan,
jika  tidak maka data  tidak akan disinpan dan akan
mencatat  nilai  yang  sebelumnya  baik  itu  kosong
atau tidak.

3.2.2.  PEMBUATAN  PROGRAM  SETTING
JARINGAN UNTUK USER
  Dalam  pembuatan  program  setting
jaringan untuk user secara garis besar hampir sama
dengan  setting  pada  server,  ditambah  dengan
default  gateway  yang  mengacu  pada  IP  Address
pada server, seharusnya harus dibawah server tidak
berdiri  sendiri. Ditambah  lagi pengaktifan  jaringan
apakah  hendak  dilink  atau  tidak.  Secara  umum
dapat diperlihatkan seperti pada gambar 3.3 sebagai
berikut :















Gambar 3.3 Flowchart program pembantu setting
konfigurasi pada user
Untuk  setting konfigurasi pada  server  setelah  nilai
IP Address, Default Gateway  IP dan Subnet Mask
dimasukkan  maka  akan  terjadi  ada  dua  pilihan
apakh  data  disimpan  atau  batal  disimpan,  jika
disimpan maka nilai  IP Address, Default Gateway
IP dan Subnet Mask akan dicantumkan pada server
sebagai  patokan  dalam  konfigurasi  jaringan
keseluruhan,  jika  tidak  maka  data  tidak  akan
disimpan dan akan mencatat nilai yang sebelumnya
baik  itu  kosong  atau  tidak  dan  data  akan
keluar.Yang harus diperhatikan adalah pada Subnet
Mask,  IP  Address  harus  sama  dengan  yang
tersimpan  pada  server  sehingga  menjadi  satu
bagian  dari  jaringan  jika  tidak  maka  setting
konfigurasi  jaringan  tidak  akan  berjalan  dan
jaringan tidak bisa diaktifkan. 
Kemudian  satu  hal  lagi  pada  Default  Gateway
harus merupakan bagian   dari IP Address contoh  :
192.16.10.1.  maka  defaultnya  hatus  berada  di
bawah angka itu antara kisaran 0-9 (192. 16. 10. 10
s/d  192.  16.  10.  19  ),  masalahnya  adalah  jika
terdapat  dua  server  yang  satu  mempunyai  IP
Address 192. 16. 10. 2 maka jika pada user ditukis
Default Gateway Ipnya 192. 16. 10. 20 s/d 192. 16.
10.  29  maka  akan  masuk  pada  settingan  server
yang  kedua.  Setelah  disimpan  maka  akan  ada
pilihan apakah  jaringan user hendak dilink dengan
server  jika  dilink  maka  akan  ada  pengecekkan
input  konfigurasi  jika  ada  yang  salah  maka  harus
mengisi dengan  input konfigurasi  yang  benar  baru
bisa dilink.

3.2.3.  PEMBUATAN  PROGRAM
TRANSFER  DAN  PENGOLAHAN
DATA PADA JARINGAN
Pada  program  ini  akan  dibuat  suatu
simulasi  yang  menggambarkan  pengolahan  data
yang  bisa  terjadi  pada  jaringan  secara  garis  besar
dapat  diperlihatkan  seperti  pada  gambar  3.4
dibawah ini : 














Gambar 3.4 Flowchart program pembantu Tranfer data
pada jaringan
Untuk  proses  pentransferan  data  hal-hal  yang
mendasar  adalah  pertama-tama  server  harus
diaktifkan  terlebih  dahulu,  setelah  itu  sebelum PC
dapat  dishare  akan  dicek  terlebih  dahulu  apakah
jaringan  sudah  terkoneksi,  jika  belum  terkoneksi
hendaknya  jaringan  disetting  terlebih  dahulu  agar
terkoneksi setelah itu dapat dipilih PC akan dishare
atau  tidak  jika  jaringan  terhubung  dan  antara  PC
dishare  maka  proses  transfer  data  dapat
dilaksanakan.

3.2.4.  PEMBUATAN  PROGRAM  STATUS
JARINGAN
Dalam  status  jaringan  hanya  akan
diberitahukan apakah jaringan telah terkoneksi atau
belum,  jika  terkoneksi  maka  pada  layar  akan
muncul  keterangan  terhubung  jika  belum  maka
akan  muncul  keterangan  tidak  terhubung  pada
layar,  seperti  diperlihatkan  pada  gambar  3.5
berikut







IV.    PENGUJIAN DAN IMPLEMENTASI
  PROGRAM   
Program  pembelajaran  topologi  jaringan
secara  visual  ini  dibuat  dengan  menggunakan
Borland Delphi 6,seperti tampak pada gambar 4.1.
Tombol  Simpan  digunakan  untuk
menyimpan konfigurasi,  sedangkan  tombol Cancel
untuk  membatalkan  konfigurasi  sehingga  server
kembali seperti konfigurasi semula.

    

4.1  Konfigurasi Jaringan
Gambar  4.2  merupakan  tampilan  program
pada saat konfigurasi server.
Tombol Setting Server digunakan untuk melakukan
konfigurasi terhadap server. Hal yang dikonfigurasi
pada  server  adalah  alamat  IP  dan  subnet  mask.
Alamat  IP  dan  subnet  mask  server  yang  sedang
aktif  juga  ditampilkan  disini. Seperti  tampak  pada
Gambar  4.2,  konfigurasi  alamat  IP  server  adalah
192.168.0.1  dengan  subnet  mask  255.255.255.0
yang berarti jaringan termasuk dalam kelas C.


             
Gambar 4.3 Konfigurasi client.
Tombol  Konfigurasi  digunakan  untuk
melakukan konfigurasi pada masing-masing client.
Hal  yang  dapat  dikonfigurasi  pada masing-masing
client adalah pilihan hubungan ke  jaringan, alamat
IP,  subnet  mask  dan  gateway  IP  default.  Untuk
menghubungkan  atau  melepaskan  hubungan  ke
jaringan,  ditentukan  dengan  pilihan  pada  link  ke
jaringan.
Gambar  4.3  merupakan  tampilan
konfigurasi  client  yang  telah  dihubungkan  ke
jaringan  dengan  konfigurasi  subnet  mask
255.255.255.0, alamat  IP 192.168.0.1 dan gateway
IP  default  192.168.0.10.  Tombol  Simpan
digunakan  untuk  menyimpan  konfigurasi,
sedangkan  tombol  Cancel  untuk  membatalkan
konfigurasi  sehingga  client  kembali  seperti
konfigurasi semula.

4.2  Status Jaringan 
Tombol  Status  Jaringan  digunakan  untuk
mengetahui bagaimana status apakah server sedang
aktif  atau  tidak,  juga  untuk  mengetahui  apakah
client sedang terhubung ke jaringan atau tidak
Gambar  4.4  menampilkan  status  jaringan.
Seperti  terlihat  bahwa  server  sedang  aktif  dan
client  yang  terhubung  adalah  PC1,  PC2  dan  PC3,
sedangkan  PC4  sedang  dalam  keadaan  tidak
terhubung  ke  jaringan.  Keadaan  ini  dapat  dilihat
pada  teks  status di bagian  kanan maupun  tampilan
visualnya di bagian kiri.

4.3  Transfer Data
Tombol  Transfer  Data  digunakan  untuk
melakukan  transfer  data  antar  client  maupun
dengan server.


Gambar  4.5  menampilkan  pilihan  aktivasi
server  dan  sharing  untuk  tiap  client.  Hanya  pada
server  aktif  saja  pilihan  sharing  client  dapat
dilakukan. Pilihan Sharing digunakan untuk proses
aktifasi  sharing  ini.  Pada  Gambar  4.5  tampak
bahwa server sudah aktif dan hanya client PC1 dan
PC3  saja  yang  sudah  terhubung  dan  di-share,
sedangkan  PC2  walaupun  terhubung  tetapi  tidak
dishare.


Bila  pilihan  sharing  diaktifkan  pada  client
yang  belum  terhubung  akan muncul  pesan  seperti
tampak  pada  Gambar  4.6  ketika    pengguna
mencoba  untuk  men-share  PC4  yang  belum
dihubungkan ke jaringan.
Gambar  tiap  client  dapat  diklik  untuk
melakukan transfer data. Tampak pada Gambar 4.7
adalah proses  transfer data dari PC1 dengan  tujuan
PC3.  Tombol  Transfer  digunakan  untuk
melaksanakan  transfer  data  dan  tombol  Abort
digunakan  untuk  membatalkan  proses  ini  dan
kembali ke tampilan sebelumnya.
belum dishare.
Bila  transfer  data  dilakukan  dengan  client
yang  belum  di-share,  maka  akan  timbul  pesan
bahwa  client  belum  di-share.  Gambar  4.8
menampilkan  pesan  tersebut  ketika  pengguna
mencoba  untuk  melakukan  transfer  data  ke  PC2
yang  walaupun  terhubung  dengan  jaringan  tetapi
belum  dishare  sehingga  proses  transfer  data  tidak
dapat dilakukan.




yang sedang berlangsung.
Gambar  4.9  menampilkan  proses  transfer
data antara PC1 dan PC3 yang sedang berlangsung.
Dengan  berhasilnya  proses  transfer  data  ini, maka
jaringan telah dikonfigurasi secara benar.

VI.  PENUTUP
5.1  KESIMPULAN
Berdasarkan uraian diatas, maka kesimpulan
yang  dapat  diambil  oleh  penulis  sari  penyusunan
Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :
1.  Perangkat  lunak  yang  dibuat  oleh  penulis
merupakan  sebuah  program  aplikasi  yang
dapat  mempermudah  user,  khususnya  untuk
merancang  program  bantu  pembelajaran
jaringan komputer.
2.  Perancangan  program  bantu  pembelajaran
yang dibuat memakai topologi jaringan local.
3.  Dengan menggunakan perangkat lunak ini user
dapat memahami lebih jauh mengenai jaringan
komputer,  mulai  dari  perangkat  pendukung
hingga mendesain suatu jaringan komputer.
4.  Proses  pembelajaran  jaringan  menjadi  lebih
mudah karena adanya keterangan serta manual
yang disertakan bersama program ini.
5.   Pembelajaran  Jaringan  komputer  yang
disimulasikan oleh program bantu mendukung
untuk pengaplikasian dasar  Jaringan komputer
yang benar dan tepat. 
6.  Pada pengaturan jaringan komputer diperlukan
setting  konfigurasi  yang  tepat,  alat  yang  baik
sehingga menghasilkan jaringan yang baik.
7.  Transfer  data  dari  jaringan  komputer  yang
telah  terhubung  dapat  membantu  dan
memermudah  pekerjaan  karena  kita  dapat
menstransfer  data  dan membackup  data  tanpa
kesulitan atau melalui perpindahan hardware.



5.2  Saran
Saran-saran  yang  dapat  penulis  sampaikan
dalam  rangka  kemungkinan  terdapat  kekurangan
program  yang  berdasar  pada  waktu  dan  tempat
serta  pengembangan  perangkat  lunak  ini  dimasa
mendatang sebagai berikut :
1.  Pembelajaran  tidak  terfokus  pada  pengenalan
saja  tapi  bisa  dibuatkan  suatu  bentuk  yang
murni  simulasi  dan  terfokus  terhadap  satu
objek.
2.  Pengembangan  lebih  lanjut  bias  dioptimalkan
untuk  desain  jaringan  virtual  dimana  terdiri
dari  berbagai  subnet,  atau  bahkan
internetworking VSAT dan Wireless Oriented


VI.   DAFTAR PUSTAKA.
1.  Agus  J  Salim  .M,  “Borland  Delphi  5”,
Elex  Media  Komputindo,  Gramedia,
Jakarta 2000.
2.  Eko  Nugroho,  Ir.,  “Pengenalan
Komputer”,    Andi  Offset,  Yogyakarta
1993.
3.  Hendra  Wijaya,  “Cisco  Router”,    Elex
Media  Komputido,  Gramedia,  Jakarta
2002.
4.  Jogiyanto  HM,  “Analis  Dan  Desain
Sistem  Jaringan  Komputer,  Edisi  IV”
Andi Offset, Yogyakarta 1999
5.  Ono W  Purbo,  “TCP/IP”,  Edisi  II,  Elex
Media  Komputindo,  Gramedia,  Jakarta 
2001.
6.  Tanenbaum  S.  Andrew,  ”Jaringan
Komputer  Edisi  III”,  Prenhallindo,
Jakarta, 1996.
7.  Raymond McLeod, Jr “ Sistem Informasi
Manajemen”,  Edisi Bahasa indonesia PT
Prenhallindo, Jakarta 1998
8.  Sanyoto  Gondodinyoto,  “Pengantar
Komputer”,  Elex  Media  Komputindo,
Gramedia,  Jakarta 1995
9.  Widodo  Nugroho,  “  Tip  dan  Trik
Pemrograman  Borland  Delphi  ”,  Elex

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar